Alumni STM Adi Luhur: Jangan Sampai Provokasi Rusak Masa Depan Pelajar

Tri Agung Alias Sukun Alumni STM Adi Luhur
Tri Agung Alias Sukun Alumni STM Adi Luhur

Jakarta — Alumni STM Adi Luhur, Tri Agung alias Sukun, mengimbau kepada seluruh anak muda, khususnya pelajar, agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi yang beredar melalui media sosial.

Tri Agung mengingatkan bahwa situasi yang berkembang di media sosial sering kali bergerak cepat dan dapat memancing emosi apabila tidak disikapi dengan bijak. Oleh karena itu, para pelajar diminta untuk tidak langsung mempercayai maupun mengikuti setiap ajakan yang diterima tanpa mengetahui sumber dan kebenaran informasi tersebut.

“Saya Tri Agung alias Sukun, saya merupakan alumni STM Adi Luhur. Saya mengimbau kepada seluruh anak muda, khususnya para pelajar, agar tidak mudah percaya dan terprovokasi oleh informasi maupun ajakan yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” ujar Tri Agung.

Menurut Tri Agung, keinginan anak muda untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat merupakan hal yang perlu disikapi secara bijak. Namun, ia mengingatkan agar hal tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengajak pelajar melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Ia juga meminta para pelajar untuk tidak mudah terbawa suasana, terlebih ketika mendapatkan informasi yang bersifat provokatif atau ajakan yang belum diketahui secara jelas maksud dan tujuannya.

“Jangan sampai karena ikut-ikutan atau terbawa emosi, kita melakukan tindakan yang akhirnya merugikan diri sendiri, keluarga dan masa depan. Pikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan dan pastikan dulu informasi yang kita terima,” katanya.

Tri Agung juga mengajak para pelajar untuk saling mengingatkan apabila menemukan ajakan yang berpotensi menimbulkan keributan. Menurutnya, menjaga diri dan teman-teman di lingkungan pergaulan merupakan tanggung jawab bersama agar tidak ada anak muda yang harus berhadapan dengan persoalan akibat keputusan yang diambil secara spontan.

Selain itu, ia mengimbau agar media sosial digunakan secara bertanggung jawab dengan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Para pelajar juga diminta tidak mudah terpancing apabila menemukan konten atau komentar yang sengaja memancing emosi.

“Kalau mendapatkan informasi, jangan langsung percaya dan jangan langsung menyebarkan. Cek dulu kebenarannya. Jangan mudah terpancing provokasi dan jangan melakukan tindakan kekerasan yang nantinya justru merugikan diri sendiri,” ujar Tri Agung.

Tri Agung berharap para pelajar dapat tetap fokus menjaga masa depan, pendidikan dan hubungan dengan keluarga. Ia mengingatkan bahwa tindakan yang dilakukan hanya karena ikut-ikutan dapat menimbulkan konsekuensi yang harus ditanggung dalam jangka panjang.

“Kita semua masih punya masa depan. Jangan sampai karena satu tindakan sesaat, akhirnya diri sendiri dan keluarga yang dirugikan. Mari jaga diri, jaga teman-teman dan tetap menjaga keamanan serta ketertiban bersama,” tutup Tri Agung.

Pos terkait