Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Melanesia (PSM), Abdullah Kelrey, menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas langkah cepat dalam menangani kasus kekerasan yang melibatkan oknum Brimob di Tual, Maluku. Menurutnya, keputusan tegas berupa pemecatan terhadap anggota yang terbukti bersalah merupakan langkah penting yang menunjukkan keseriusan institusi Polri dalam menegakkan disiplin internal dan menjaga integritas lembaga.
Abdullah Kelrey menilai, respons cepat tersebut menjadi sinyal positif bahwa proses reformasi Polri terus berjalan ke arah yang lebih baik. Ketegasan pimpinan Polri dalam menjatuhkan sanksi berat kepada anggotanya yang melakukan pelanggaran menunjukkan komitmen untuk membangun institusi yang lebih transparan, akuntabel, dan tidak mentoleransi penyalahgunaan wewenang.
Ia menegaskan bahwa keberanian Polri untuk membuka proses penegakan hukum terhadap anggotanya sendiri merupakan langkah yang patut diapresiasi oleh publik. Menurutnya, transparansi dalam penanganan kasus ini dapat menjadi momentum penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Timur yang selama ini kerap sensitif terhadap isu penegakan hukum.
Meski demikian, Abdullah Kelrey juga mengingatkan agar langkah tegas tersebut tidak berhenti pada satu kasus saja. Ia berharap pola penanganan yang cepat, terbuka, dan akuntabel seperti dalam kasus di Tual dapat menjadi standar baru dalam setiap penanganan pelanggaran yang melibatkan aparat kepolisian.
“Keputusan pemecatan terhadap oknum Brimob di Tual adalah pesan kuat bahwa Polri tidak melindungi pelanggaran di internalnya. Ini adalah bagian dari progres reformasi menuju Polri yang semakin profesional dan dipercaya masyarakat,” tegas Abdullah Kelrey.
Partai Solidaritas Melanesia berharap momentum ini dapat terus dijaga oleh Polri sehingga proses reformasi kelembagaan benar-benar menghadirkan institusi kepolisian yang semakin humanis, profesional, dan dekat dengan masyarakat.





