May Day 2026: Ketahanan Ekonomi Dimulai dari Buruh

Ilustrasi Buruh
Ilustrasi Buruh

JAKARTA, 10 April 2026 – Peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026 menjadi momentum krusial bagi Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi, kaum buruh di tanah air membuktikan diri bukan sekadar penggerak mesin industri, melainkan jangkar utama stabilitas ekonomi nasional. Perayaan tahun ini mengusung semangat kolaborasi produktif untuk memastikan roda ekonomi tetap berputar kencang.

Dalam berbagai konsolidasi menjelang May Day, FSP RTMM SPSI menekankan pentingnya sinergi antara tenaga kerja, pengusaha, dan pemerintah. Transformasi industri yang terjadi menuntut buruh untuk terus beradaptasi dengan teknologi baru.

“Kita tidak lagi bicara soal pertentangan, tapi soal bagaimana kita bersatu menyelamatkan kapal besar bernama Indonesia dari badai ekonomi dunia,” ujar Hendry, Ketua Umum FSP RTMM SPSI dalam persiapan aksi damai.

Kekuatan konsumsi domestik yang didorong oleh daya beli kaum pekerja menjadi benteng pertahanan bagi Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan semangat bahu-membahu, perayaan 1 Mei 2026 diarahkan pada penguatan kompetensi dan dialog konstruktif.

“Pemerintah pun merespons positif dengan menyiapkan berbagai program perlindungan sosial yang lebih adaptif, memastikan bahwa setiap keringat yang menetes menjadi investasi bagi masa depan bangsa yang lebih tangguh,” pungkas Hendry.

Pos terkait