Cirebon – BEM Pesantren menggelar kegiatan buka puasa bersama atau bukber di Pondok Pesantren Kempek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, sebagai upaya mempererat silaturahmi dan memperkuat kolaborasi antarpengurus organisasi mahasiswa pesantren di momentum Ramadhan.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Ahmad Samsul Munir dari Universitas Nurul Huda OKU Timur selaku Presidium Nasional Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia periode 2025–2027. Agenda ini melibatkan berbagai pengurus BEM Pesantren dan menjadi ruang pertemuan yang tidak hanya bernuansa religius, tetapi juga sarat nilai kebersamaan dan semangat kolaborasi.
Mengusung tema “Ramadhan Action: Waktunya Muda Beraksi, Waktunya Muda Berbagi”, kegiatan buka puasa bersama itu dirancang sebagai wadah silaturahmi antarelemen mahasiswa pesantren. Selain mempererat hubungan personal dan kelembagaan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi titik temu untuk memperkuat solidaritas serta membangun sinergi antarkepengurusan organisasi.
Ahmad Samsul Munir mengatakan, momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk merawat hubungan baik antarmahasiswa sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang. Menurut dia, organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam membangun ekosistem kampus yang sehat, produktif, dan terbuka terhadap kolaborasi.
“Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, kami ingin menjadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat hubungan antarorganisasi mahasiswa di BEM Pesantren. Harapannya, dari kebersamaan ini akan lahir komunikasi yang semakin baik serta kolaborasi yang bermanfaat dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan,” kata Ahmad Samsul Munir dalam sambutannya.
Ia menilai, organisasi mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai wadah aspirasi, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, budaya dialog, dan gerakan kolektif yang positif. Karena itu, hubungan yang harmonis antarpengurus dan antar organisasi dinilai penting untuk menjaga iklim kemahasiswaan yang inklusif dan konstruktif.
Menjelang waktu berbuka, para peserta tampak berkumpul dan duduk bersama dalam suasana sederhana namun hangat. Kebersamaan tanpa sekat di antara mahasiswa dari berbagai unsur organisasi mencerminkan semangat persaudaraan yang menjadi salah satu pesan utama kegiatan tersebut.
BEM Pesantren berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial Ramadhan semata, tetapi juga menjadi awal dari kerja sama yang lebih kuat antarlembaga mahasiswa pesantren. Dengan komunikasi yang terus terjalin, organisasi mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan program-program yang lebih solid, bermanfaat, dan menyentuh kebutuhan mahasiswa maupun masyarakat.
Dalam penutup sambutannya, Ahmad Samsul Munir menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan untuk menahan lapar dan dahaga, melainkan juga momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama. Nilai itulah, menurut dia, yang harus menjadi landasan gerakan mahasiswa pesantren, yakni tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya aktif secara intelektual dan organisatoris, tetapi juga peka secara sosial dan spiritual.
Melalui kegiatan ini, BEM Pesantren ingin menegaskan bahwa semangat Ramadhan dapat menjadi energi bersama untuk memperkuat ukhuwah, memperluas kolaborasi, dan menumbuhkan gerakan mahasiswa yang lebih berdaya guna. Di tengah dinamika kehidupan kampus, kebersamaan seperti ini dinilai penting untuk menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan kontribusi nyata dari mahasiswa pesantren bagi lingkungan sekitarnya.





