Jelang May Day, BISON Soroti Isu Pemakzulan Presiden yang Dinilai Sarat Kepentingan dan Provokatif

Picture11
Picture11

Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (BISON) menyampaikan kritik keras terhadap munculnya narasi ajakan pemakzulan Presiden yang dinilai sarat kepentingan dan cenderung tendensius, khususnya menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day).

Dalam pernyataannya, BISON menilai bahwa penggiringan opini publik ke arah isu pemakzulan tidak berdiri di atas argumentasi konstitusional yang kuat, melainkan lebih menyerupai upaya mobilisasi emosi massa yang berpotensi menciptakan instabilitas sosial dan politik.

Bacaan Lainnya

“Wacana pemakzulan Presiden yang digaungkan saat ini tidak lahir dari proses dialektika yang sehat, melainkan lebih bernuansa agitasi. Ini berbahaya jika dibiarkan berkembang tanpa kontrol rasional,” tegas perwakilan BISON.

BISON juga mengingatkan bahwa momentum May Day seharusnya dimanfaatkan untuk memperjuangkan isu-isu kesejahteraan buruh secara substantif, bukan justru dibelokkan menjadi panggung bagi agenda politik yang tidak relevan dengan kepentingan pekerja dan mahasiswa.

Lebih lanjut, BISON menekankan pentingnya peran mahasiswa dan buruh sebagai kelompok kritis yang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga arah gerakan tetap berbasis data, analisis, dan kepentingan publik yang lebih luas.

“Kami mengajak mahasiswa dan buruh untuk tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang bersifat provokatif. Gerakan yang kuat adalah gerakan yang berpijak pada rasionalitas, bukan pada emosi sesaat,” lanjutnya.

BISON menilai bahwa penyebaran isu-isu tendensius di ruang publik, terutama melalui media sosial, harus disikapi dengan kewaspadaan tinggi. Tanpa literasi yang memadai, narasi tersebut berpotensi memecah konsolidasi gerakan dan merusak legitimasi perjuangan itu sendiri.

Sebagai penutup, BISON mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang May Day, serta memastikan bahwa setiap bentuk penyampaian aspirasi dilakukan secara damai, konstitusional, dan berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat.

Pos terkait