Sambut May Day, Aktivis Tekankan Pentingnya Aksi Bermartabat di Tengah Ketegangan

Ilustrasi Aksi
Ilustrasi Aksi

JAKARTA – Menjelang Peringatan May Day, dibarengi dengan pra aksi unjuk rasa oleh mahasiswa dan pemuda menjelang di berbagai daerah di Indonesia khususnya DKI Jakarta dengan intensitas Gerakan aksi yang cukup massif, dengan fokus pada isu kesejahteraan, keadilan sosial, dan penegakan hukum. Aksi ini cenderung akan berkolaborasi dengan elemen buruh, khususnya dalam koalisi lintas sektor seperti GEBRAK (Gerakan Bersama Rakyat) dan Corong Rakyat Corong Rakyat bersama Koalisi Buruh dan elemen Mahasiswa, kelompok Pemuda menggandeng organisasi pemerhati HAM.

Dalam aksi serentak di Jakarta dan juga berbagai kota di Indonesia dengan Titik Aksi Fokus massa di Jakarta dipusatkan di Gedung DPR RI, Istana Negara, dan kawasan Patung Kuda yang akan dilaksanakan pada 1 Mei, dengan puncaknya pada perayaan Hari Buruh Internasion. Secara keseluruhan, May Day 2026 diproyeksikan sebagai ajang konsolidasi besar-besaran bagi pemuda dan mahasiswa untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi-politik pemerintah, terutama terkait lapangan kerja dan perlindungan hak sipil.

Aktivis Corong Rakyat, dan juga Pemerhati pergerakan mahasiswa dan pemuda Jakarta Raya mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap gerakan-gerakan yang sengaja memprovokasi dan memecah belah persatuan bangsa, termasuk isu kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok yang ujungnya sangat memberatkan buruh. Menurutnya, provokasi semacam ini bukan hanya merusak tatanan kebangsaan, tetapi juga mengancam keutuhan nkri yang saat ini sedang berupaya sekuat tenaga untuk keluar dari krisis ekonomi dan terus berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Isu-isu seperti kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok tidak lahir dari aspirasi murni rakyat. Banyak yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu, baik dari dalam maupun luar negeri, yang ingin Indonesia terpecah belah,” tegasnya, Sabtu (18/04/2025).

Pola provokasi seringkali dilakukan dengan menyebarkan informasi menyesatkan, memelintir fakta sejarah, hingga memanfaatkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Tujuannya jelas yaitu mengadu domba antar daerah, antar suku, bahkan antar umat beragama.
Kita harus cerdas dan kritis. Jangan mau diprovokasi untuk bermusuhan dengan sesame elemen anak bangsa.

“Perbedaan pendapat itu wajar, kritik pada pemerintah itu sah, tapi memecah belah NKRI dengan tindakan anarkis adalah garis merah yang tak boleh dilewati,” ujarnya.

Aktivis Corong Rakyat itu juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat rasa persaudaraan dan membangun komunikasi yang sehat antar elemen mahasiswa, pemuda serta pelajar perlunya diberikan pemahaman individu maupun kelompok agar dapat mencegah sekaligus mitigasi terhadap tindakan anarkis massa aksi. Mengingatkan musuh kita bukan sesama anak bangsa, tetapi ketidakadilan, kemiskinan, dan korupsi. Kalau kita bersatu, semua masalah bisa diselesaikan. Jangan mau diadu domba, karena itu hanya akan menguntungkan pihak yang ingin Indonesia hancur,” tutupnya.

Rochim juga menyoroti potensi kehadiran pihak ketiga seperti oknum penyusup seperti Kelompok anarkis yang kerap memprovokasi, memicu keributan, dan merusak fasilitas umum, hingga memperuncing situasi antara massa aksi dan Aparat Keamanan dilapangan, dimana Kelompok Anarko tersebut sejatinya telah menyusup pada berbagai moment aksi, salah satunya adalah aksi demo anarkhis dengan penyerangan terhadap Aparat dan pembakaran sporadis fasilitas umum tanggal 25 dan 28 Agustus 2025 lalu di DKI Jakarta dan sekitarnya sehingga menyebabkan Aparat maupun mahasiswa serta masyarakat umum terluka menjadi korban.

Kritik yang sehat tetap dibutuhkan dalam dinamika demokrasi. Namun, kritik yang bernilai adalah yang menyuguhkan data, solusi, dan disampaikan melalui cara yang bermartabat. Demokrasi bukanlah panggung kebisingan, melainkan forum rasional untuk mencari solusi. Pemerintah pun tidak menutup telinga terhadap suara publik, selama disampaikan dalam bingkai kepatuhan hukum dan etika publik.

“Penyampaian pendapat hendaknya dapat dilakukan dengan cara kreatif, santun, dan tertib tanpa mengundang konflik, terutama dalam isu yang sensitif seperti isu kenaikan BBM dan harga kebutuhan poko yang masih menjadi polemik’ ujar Rochim

Dalam statmennya Sdr. Rochim mengimbau kepada para elemen pemuda, mahasiswa dan buruh serta masyarakat sipil agar dapat menyampaikan pendapat dimuka umum melaksanakan aksi dengan tertib dan mengutamakan keselamatan. Aksi demonstrasi sejatinya merupakan hak dan kebebasan setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang untuk menyampaikan pendapatnya dimuka umum, namun demikian tetap harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Massa aksi tetap berpedoman dengan aturan dengan tidak bertindak anarkis, apalagi melakukan Tindakan pembakaran fasilitas umum serta waspada terhadap kemungkinan adanya penyusup, khususnya Kelompok anarkis di wilayah DKI Jakarta. Timbulnya kericuhan hingga korban di pihak pengunjukrasa dan Masyarakat maupun Aparat yang pada akhirnya merugikan kita semua.

Pos terkait