Jakarta – Ketua Gerakan Pemerhati Kepolisian RI, Abdullah Kelrey, menyampaikan kritik terhadap munculnya narasi pemakzulan Presiden yang belakangan berkembang di ruang publik. Ia menilai wacana tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan cenderung bersifat provokatif.
Dalam keterangannya, Abdullah Kelrey menegaskan bahwa narasi pemakzulan yang terus digaungkan saat ini lebih menyerupai upaya penggiringan opini yang tidak konstruktif, serta berpotensi menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu di tengah masyarakat.
“Wacana pemakzulan Presiden ini tidak berdasar dan cenderung provokatif. Tidak ada urgensi untuk membesar-besarkan isu seperti ini,” tegas Abdullah Kelrey.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing oleh narasi yang sengaja dibangun untuk menarik perhatian atau menciptakan suasana tidak kondusif. Menurutnya, sikap yang bijak adalah dengan menyaring informasi secara rasional dan tidak bereaksi secara berlebihan.
“Publik harus tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh. Isu-isu seperti ini tidak perlu ditanggapi secara berlebihan karena justru akan memperbesar dampak yang diinginkan oleh pihak-pihak tertentu,” lanjutnya.
terakhir Abdullah Kelrey mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap fokus pada hal-hal yang lebih produktif dan menjaga stabilitas sosial, serta tidak terjebak dalam narasi yang tidak memiliki dasar kuat dan berpotensi memecah perhatian publik.





