Literatur Institut Ingatkan Pentingnya Literasi Digital untuk Menjaga Kepercayaan Publik

Stop Hoax Provokasi
Stop Hoax Provokasi

JAKARTA — Eksistensi platform media sosial dan akun digital independen, termasuk yang kerap mengulas kritik kebijakan publik seperti Gerpol TV, terus menjadi bahasan hangat. Guna menjaga kualitas ruang diskusi digital di Indonesia, publik diingatkan agar lebih waspada terhadap perangkap pemikat klik (clickbait) yang kerap mengabaikan akurasi demi mengejar interaksi (engagement). Langkah memutus sirkulasi informasi yang belum teruji kebenarannya dinilai sebagai tanggung jawab kolektif seluruh pengguna internet demi menjaga stabilitas sosial.

Direktur Literatur Institut, Asran Siara, mengamati bahwa peredaran konten disinformasi atau narasi bias di berbagai platform digital memiliki konsekuensi nyata terhadap tingkat kepercayaan publik. Jika ruang siber dibiarkan dipenuhi oleh informasi sepihak, maka kualitas iklim demokrasi digital bangsa akan mengalami penurunan.

“Disinformasi dan fitnah yang dibiarkan beredar bebas di ruang digital akan memperburuk kualitas demokrasi serta merusak tingkat kepercayaan publik,” papar Asran. Ia mengajak masyarakat untuk proaktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi yang produktif melalui penerapan literasi digital yang masif di kehidupan sehari-hari.

Pihak redaksi telah melayangkan permohonan konfirmasi terkait ulasan konten publik ini kepada pengelola akun yang bersangkutan, namun belum ada respons hingga artikel ini dimuat.

Pos terkait