Sahroni: Apresiasi Setinggi-tingginya untuk BNN dan Aparat yang Gagalkan Masuknya 1,3 Ton Ketamin

Ahmad Sahroni
Ahmad Sahroni

Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah cepat dan tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut yang berhasil menggagalkan penyelundupan 1.298 kilogram atau hampir 1,3 ton ketamin di perairan Kepulauan Riau.

Sahroni menilai pengungkapan tersebut menjadi bukti pentingnya sinergi antarinstansi dalam memberantas peredaran narkotika dan melindungi generasi muda dari ancaman zat terlarang.

“Apresiasi setinggi-tingginya bagi Kepala BNN, Polri, TNI dan Bea Cukai yang sudah bekerja sama dengan sangat baik dalam melakukan operasi penangkapan narkoba dengan jumlah yang luar biasa ini. Ini adalah bentuk kerja sama yang sangat baik dan kita harap akan terus dijalankan ke depannya demi mengurangi peredaran narkoba di masyarakat dan demi menyelamatkan masa depan generasi muda kita,” kata Sahroni saat dihubungi, Selasa (11/8/2026).

Politikus Partai NasDem itu kemudian menyoroti potensi penyalahgunaan ketamin yang dapat dicampurkan ke dalam cairan rokok elektrik atau vape. Menurutnya, perkembangan bentuk dan jenis narkotika tersebut menjadi ancaman serius karena berpotensi menyulitkan proses deteksi.

“Terkait vape yang mengandung narkoba, ini memang mengerikan karena sekarang obat-obatan terlarang sudah beragam jenis dan bentuknya. Karena itulah, dari awal saya mendorong agar vape ini dilarang total saja, demi anak-anak kita,” ujarnya.

Sahroni juga mendorong BNN bersama aparat penegak hukum untuk terus meningkatkan operasi pemberantasan narkoba. Ia menilai operasi secara konsisten dapat mempersempit ruang gerak jaringan peredaran ketamin sekaligus mencegah transaksi narkoba sejak dini.

“Terus lakukan operasi-operasi agar mereka-mereka sulit lagi untuk bertransaksi dan bisa mencegah lebih awal atas operasi-operasi yang dilakukan oleh aparat-aparat penegakan hukum,” tuturnya.

Menurut Sahroni, peredaran narkotika memang sulit dihilangkan sepenuhnya. Namun, upaya penindakan yang konsisten dinilai dapat menekan jumlah peredaran, termasuk narkotika yang disalurkan melalui vape.

“Pada umumnya narkotika pasti sulit dihilangkan, tapi minimal dengan upaya-upaya operasi bisa menurunkan peredaran terutama narkotika melalui vape ini. Kalau vape bisa dilarang, makin berkurang juga para mafia membuat narkotika itu beredar,” lanjut Sahroni.

Sebelumnya, tim gabungan BNN, Bareskrim Polri, Bea Cukai, dan TNI AL mengungkap penyelundupan ketamin tersebut pada Jumat (7/8/2026) di perairan Kepulauan Riau.

Dalam operasi itu, petugas mengamankan delapan anak buah kapal (ABK). Mereka terdiri dari satu warga negara Taiwan berinisial TSM (43) dan tujuh warga negara Myanmar, yakni KH (29), MML (36), ML (55), PL (27), TA (51), ZO (38), serta MML (44).

Para pelaku diduga menyembunyikan ketamin di dalam kompartemen tersembunyi yang berada di dekat anjungan kapal. Petugas kemudian mengamankan 65 karung berisi 1.300 bungkus teh China dengan berat total sekitar 1,3 ton.

Hasil pemeriksaan menggunakan alat Rigaku mengonfirmasi bahwa seluruh sampel yang diuji positif mengandung ketamin.

Pengungkapan tersebut menjadi salah satu upaya aparat dalam memutus jalur penyelundupan narkotika melalui jalur laut sekaligus menekan potensi peredaran ketamin yang dapat menyasar masyarakat, khususnya generasi muda.

Pos terkait