JAKARTA — Tokoh PMKRI Jakarta Pusat, Rikardus Redja, mengimbau seluruh elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), mahasiswa, serta kalangan buruh untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif sepanjang September 2026.
Rikardus mengatakan, penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik, termasuk isu yang kerap disebut “September Hitam”, dapat dijadikan momentum untuk menyampaikan kritik, evaluasi, dan masukan kepada pemerintah secara konstruktif.
Menurutnya, aspirasi masyarakat sebaiknya disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab sehingga substansi tuntutan dapat diterima dan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.
“Kita tentu menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Namun, mari kita jaga agar penyampaian aspirasi tetap damai dan tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Isu September Hitam hendaknya menjadi ruang refleksi dan koreksi bersama agar pemerintah dapat terus memperbaiki kebijakan demi kepentingan masyarakat,” ujar Rikardus.
Ia juga mengajak mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil untuk tetap kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah, tetapi mengedepankan dialog, data, argumentasi, serta solusi dalam menyampaikan kritik.
Rikardus menilai, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan maupun mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kritik dan kontrol sosial tetap diperlukan. Yang terpenting adalah bagaimana kritik tersebut menjadi masukan yang positif dan mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat,” katanya.
Ia berharap pemerintah juga dapat membuka ruang komunikasi yang luas dengan masyarakat, mahasiswa, buruh, ormas, dan kelompok masyarakat lainnya dalam merespons berbagai persoalan yang berkembang.
Dengan adanya komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, kata Rikardus, berbagai aspirasi dapat disalurkan melalui mekanisme yang konstruktif serta menghasilkan perbaikan kebijakan.
“Tujuan kita bersama tentu terciptanya Indonesia yang lebih aman, adil, makmur, dan sejahtera. Karena itu, mari kita jaga persatuan, gunakan ruang demokrasi secara bertanggung jawab, dan jadikan setiap kritik sebagai masukan untuk perbaikan bersama,” pungkasnya.





