JAKARTA — Situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Jakarta menjadi perhatian setelah berlangsungnya aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional pada 24 September 2026. Aksi tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, termasuk petani, buruh, mahasiswa, dan kelompok masyarakat sipil yang menyampaikan sejumlah aspirasi.
Menanggapi situasi tersebut, Antonius Danar dari Barisan Oposisi Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Jakarta setelah rangkaian aksi berlangsung.
Menurut Antonius, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari dinamika kehidupan demokrasi. Namun, setelah aspirasi disampaikan, seluruh pihak diharapkan dapat kembali menjaga ketertiban agar aktivitas masyarakat di Jakarta dapat berjalan normal.
“Setelah aksi Hari Tani pada 24 September 2026, mari kita sama-sama menjaga Jakarta agar tetap kondusif. Petani, buruh, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat sudah menyampaikan aspirasinya. Sekarang yang penting adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” ujar Antonius.
Pada 24 September 2026, aksi Hari Tani berlangsung di sejumlah kawasan Jakarta. Di depan Gedung DPR/MPR RI, massa dari berbagai elemen tani, mahasiswa, dan organisasi masyarakat sipil menyampaikan aspirasi mengenai reforma agraria dan persoalan konflik agraria. Di sisi lain, aksi buruh juga berlangsung di kawasan Sudirman-Thamrin.





