Jakarta – Maraknya aksi unjuk rasa yang menyikapi berbagai kebijakan pemerintah, Koordinator Jasa Pengerahan Massa Johar Baru, Wahyudi alias Paul, menilai penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dijamin, namun harus dilakukan secara damai, tertib, dan tanpa kekerasan. Ia mengimbau masyarakat yang ikut turun ke jalan agar tidak terpancing melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan banyak pihak.
Wahyudi menilai aksi unjuk rasa merupakan hal yang wajar, bahkan memiliki sisi baik, selama dilakukan secara positif dan bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.
Walaupun banyak aksi dalam menyikapi kebijakan pemerintah ini, ya memang ada bagusnya juga kalau positif, apalagi menyejahterakan rakyatnya,” ujar Wahyudi
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa aksi yang tidak terkendali berisiko berujung pada kerusuhan. “Pasti terjadi kerusuhan, anarkis. Kita nggak mau ambil risiko dan konsekuensi seperti itu,” tegasnya.
Menurut Wahyudi, isu yang saat ini banyak beredar di media sosial adalah soal ijazah dan hak angket. Isu tersebut menarik perhatian masyarakat dan mahasiswa yang ingin mengetahui kelanjutan serta hasilnya.
Sebagai koordinator massa, Wahyudi menjelaskan bahwa pencegahan kericuhan dimulai sejak sebelum aksi berlangsung. Ia juga menekankan agar anak di bawah umur tidak dilibatkan dalam aksi.
“Yang utama untuk kita itu menjaga massa. Sebelum berangkat, kita sterilkan dulu. Kita mengutamakan tidak mengikutsertakan yang di bawah umur, harus yang di atas 17 tahun, karena kita tahu risikonya,” jelasnya.
Ia juga menyoroti peran media sosial yang kerap menjadi sumber provokasi. Menurutnya, beragam pendapat yang beredar sering kali berujung memprovokasi masyarakat.
“Kita ambil kesimpulan yang positifnya saja, yang penting kita tidak berdampak anarkis. Pokoknya jangan termakan hoaks dan provokasi,” katanya.
Di akhir wawancara, Wahyudi berpesan agar masyarakat yang ikut turun ke jalan tetap menjaga ketertiban. Ia meminta peserta aksi tidak merusak fasilitas umum maupun properti negara.
“Kita sebagai masyarakat sipil, dalam berunjuk rasa yang aman-aman saja, tidak berdampak rusuh ke wilayah ataupun merugikan properti negara dan fasilitas umum. Kita harus menjaga Jakarta ini tetap aman dan damai. Apalagi untuk anak-anak muda dan masyarakat, jangan terpancing dan terprovokasi oleh isu-isu yang ada di media sosial,” pungkasnya.





