APPSI Pastikan Daging Sapi Aman dan Harga Stabil Jelang Idulfitri 2026

Asosiasi Peternak Dan Penggemukan Sapi Indonesia APPSI
Asosiasi Peternak Dan Penggemukan Sapi Indonesia APPSI

Jakarta – Asosiasi Peternak dan Penggemukan Sapi Indonesia (APPSI) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan daging sapi menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Momentum peningkatan permintaan yang terjadi setiap tahun diantisipasi secara terukur melalui penguatan koordinasi antar pelaku usaha, sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh daging dengan harga yang wajar dan pasokan yang mencukupi.

Dalam menghadapi dinamika pasar, APPSI terus menjalin sinergi dengan para importir, pelaku feedlot, rumah potong hewan (RPH), serta distributor di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan rantai pasok berjalan lancar, mulai dari penyediaan sapi hidup hingga distribusi daging ke pasar tradisional maupun modern, sehingga tidak terjadi kelangkaan di tingkat konsumen.

APPSI juga mengimbau seluruh anggotanya untuk mematuhi kesepakatan harga yang telah ditetapkan bersama, serta menghindari praktik spekulasi yang dapat memicu kenaikan harga tidak wajar. Selain itu, aspek kualitas dan keamanan daging tetap menjadi prioritas, guna memastikan produk yang beredar layak konsumsi dan memenuhi standar kesehatan.

Upaya tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, stabilitas harga, serta perlindungan terhadap peternak dan konsumen. Pemerintah mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memastikan tidak terjadi distorsi harga di tingkat produsen maupun pasar.

Melalui langkah-langkah tersebut, APPSI optimistis stabilitas harga daging sapi dapat tetap terjaga selama periode Idulfitri 2026. Komitmen ini diharapkan mampu memberikan kepastian bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi, sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlangsungan usaha para pelaku di sektor perdagangan daging sapi.

Pos terkait