Jakarta – Senat Mahasiswa (SEMA) UIN mengajak seluruh elemen pemuda dan mahasiswa untuk memastikan setiap gerakan tetap berpijak pada kepentingan rakyat. Di tengah dinamika sosial-politik yang terus bergerak, mahasiswa tidak boleh kehilangan orientasi. Kritik terhadap kebijakan publik harus tetap disuarakan secara lantang, tetapi perjuangan harus dibangun dengan nalar, argumentasi, dan tanggung jawab. Gerakan mahasiswa bukan sekadar tentang siapa yang paling keras bersuara, tetapi siapa yang paling konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat.
SEMA UIN menegaskan bahwa keberanian turun ke jalan tidak boleh diterjemahkan sebagai pembenaran terhadap tindakan anarkis. Provokasi, perusakan, maupun benturan justru dapat menggeser perhatian publik dari substansi tuntutan kepada persoalan ketertiban. Jangan biarkan esensi perjuangan rakyat kalah oleh kegaduhan. Kritik boleh keras, tetapi gerakan harus tetap berkelas.
Karena itu, pemuda dan mahasiswa harus memiliki kecerdasan membaca situasi dan tidak mudah terseret oleh provokasi. Setiap informasi harus diverifikasi, setiap ajakan harus dikaji, dan setiap langkah harus diperhitungkan dampaknya. Militansi tanpa nalar hanya akan membuat gerakan mudah diarahkan oleh pihak lain. Mahasiswa harus menjadi pengendali gerakan, bukan objek yang dikendalikan keadaan.
Independensi juga harus menjadi garis tegas dalam setiap perjuangan mahasiswa. SEMA UIN mengingatkan bahwa gerakan mahasiswa tidak boleh menjadi kendaraan politik praktis ataupun alat pertarungan kepentingan elite. Kritik harus disampaikan secara objektif kepada siapa pun ketika kepentingan masyarakat terabaikan. Idealisme kehilangan makna ketika suara mahasiswa mulai dikendalikan oleh kepentingan di luar kepentingan rakyat.
Gerakan mahasiswa yang kuat bukan hanya mampu melakukan mobilisasi, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan alternatif penyelesaian. Ruang diskusi, kajian akademik, advokasi, dialog publik, hingga aksi damai merupakan instrumen perjuangan yang harus berjalan beriringan. Ketajaman kritik harus bertemu dengan kedalaman analisis sehingga mahasiswa tidak hanya hadir sebagai kekuatan penekan, tetapi juga sebagai kekuatan intelektual yang menawarkan jalan keluar.
SEMA UIN menyerukan seluruh elemen pemuda dan mahasiswa untuk tetap kritis tanpa kehilangan etika, militan tanpa menjadi anarkis, serta independen tanpa kehilangan keberpihakan kepada rakyat. Jangan mudah diprovokasi dan jangan biarkan gerakan dibajak kepentingan politik. Jaga nalar, jaga independensi, dan jaga marwah perjuangan—karena mahasiswa harus menjadi suara rakyat, bukan alat kepentingan.





