JAKARTA — Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (Presma UMJ), Muhammad Alfian Maulana, mendorong pemerintah menjadikan isu September Hitam sebagai bahan refleksi dan masukan konstruktif dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurut Alfian, berbagai aspirasi dan kritik yang disampaikan masyarakat perlu menjadi perhatian pemerintah sebagai bagian dari proses evaluasi kebijakan. Ia berharap pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat semakin peka terhadap suara masyarakat, khususnya terhadap persoalan yang berkaitan dengan keadilan, kesejahteraan, serta kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Isu September Hitam seharusnya dapat menjadi bahan refleksi dan masukan yang konstruktif bagi pemerintah. Aspirasi masyarakat perlu didengar dan menjadi bagian dari evaluasi, sehingga kebijakan yang diambil semakin memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Alfian.
Ia menilai kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian dari dinamika kehidupan demokrasi. Karena itu, perbedaan pandangan antara masyarakat dan pemerintah diharapkan dapat dikelola melalui komunikasi, dialog, serta ruang penyampaian aspirasi yang terbuka.
Alfian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Jakarta. Menurutnya, keamanan dan ketertiban di Ibu Kota merupakan kepentingan bersama agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi dan pekerjaan sehari-hari dengan aman dan nyaman.
“Di tengah berbagai aspirasi yang berkembang, mari kita sama-sama menjaga Jakarta. Masyarakat harus bisa bekerja dengan aman, pedagang bisa beraktivitas, mahasiswa bisa belajar, dan seluruh warga dapat menjalankan kehidupan sehari-hari dengan tenang,” katanya.
Ia menegaskan bahwa menyampaikan kritik dan aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, namun hal tersebut perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan keamanan dan kepentingan masyarakat luas.
“Pemerintah perlu mendengar suara masyarakat, sementara masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketertiban. Mari saling menjaga, menjaga Jakarta, dan menjaga Indonesia agar tetap kondusif. Dengan kondisi yang aman, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus diperjuangkan bersama,” pungkas Alfian.





