JAKARTA — Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (BEM FH UKI), Devon Noel Putra Nugroho, menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah DKI Jakarta. Menurutnya, situasi yang aman dan tertib merupakan tanggung jawab bersama agar masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan nyaman serta menyampaikan aspirasi secara damai dan bertanggung jawab.
Devon juga mengajak masyarakat untuk memaknai isu “September Hitam” sebagai bagian dari refleksi sejarah bangsa Indonesia. Berbagai peristiwa kelam yang terjadi pada bulan September hendaknya tidak sekadar dikenang, tetapi menjadi pembelajaran agar bangsa Indonesia terus berbenah dan membangun masa depan yang lebih baik.
“Sejarah bangsa harus menjadi pembelajaran bagi kita semua. September Hitam jangan hanya menjadi sebuah ingatan tentang peristiwa kelam, tetapi harus menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk terus berbenah, memperkuat persatuan, menghargai nilai-nilai kemanusiaan, dan memastikan cita-cita kesejahteraan masyarakat benar-benar diwujudkan,” ujar Devon.
Ia menegaskan bahwa menjadi bangsa yang besar tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan bangsa dalam menghargai sejarah, menghormati para pahlawan dan korban berbagai peristiwa bangsa, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan.
Menurut Devon, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ingatan sejarah sekaligus memastikan agar berbagai peristiwa masa lalu dapat menjadi pelajaran untuk memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu belajar dari sejarah, menghargai para pahlawannya, menghormati mereka yang telah berjuang dan menjadi korban dalam perjalanan bangsa, serta terus berupaya menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Di tengah dinamika masyarakat dan berbagai aspirasi yang berkembang, Devon mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog, kedamaian, serta sikap saling menghormati. Aspirasi masyarakat, menurutnya, tetap dapat disampaikan secara kritis tanpa mengorbankan keamanan dan ketertiban umum.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda di Jakarta, untuk bersama-sama menjaga Ibu Kota.
“Jaga terus Jakarta. Jakarta adalah rumah bersama. Mari kita rawat dengan persatuan, kedamaian, dan kepedulian. Jangan sampai perbedaan pandangan membuat kita kehilangan semangat untuk membangun bangsa yang lebih besar, bangsa yang menghargai sejarah, menghormati para pahlawan, dan mensejahterakan masyarakat,” pungkas Devon.





